Kamis, 24 Maret 2011

Bahasa Indonesia :: Unsur-unsur kalimat


UNSUR - UNSUR KALIMAT

Kalimat adalah bagian ujaran yang didahului dan diakhiri dengan kesenyapan, sedangkan  intonasinya menunjukkan bahwa ujaran itu makna gramatikalnya  sudah lengkap. Kelengkapan bagian ujaran itu ditandai oleh struktur kalimat – adanya subyek dan predikat, dan secara fakultatif ada pula obyek – dan perwujudan pikiran yang lengkap itu mengandung informasi yang jelas yang direfleksikan melalui pikiran tadi. Intonasi final kalimat berupa tanda baca titik, tanda tanya, atau tanda seru. Namun ada juga kalimat yang hanya terdiri dari predikat.
                Contohnya:
                                   ‘Tembak!’


1. Ciri-ciri Kalimat
    a. Terdiri atas satu kata atau lebih, lazimnya lebih dari satu kata.
    b. Umumnya dalam susunan:
        1)  S – P
        2)  S – P – O
        3)  S – P – O – O
        4)  Keterangan hanya sebagai ‘penjelas’ dan tidak mutlak ada.
    c. Dimulai dengan huruf besar dan diakhiri dengan titik.
    d. Subyek dan predikat dapat dimutasikan.
    e. Dalam kalimat tulis, subyek dan predikat harus eksplisit.
    f. Dalam kalimat lisan salah satu unsur atau lebih dari S, P, O , atau K,
       dapat dihilangkan.
   g. Kalimat dengan kalimat dapat digabung, menjadi kalimat majemuk setara, atau kalimat majemuk bertingkat, atau kalimat majemuk campuran, atau menjadi paragraf.

2. Unsur kalimat adalah: subyek (S), predikat (P), obyek (O), pelengkap (P), dan keterangan (K).
   
    a. Subyek: Subyek adalah unsur kalimat yang menunjukkan pelaku.
                       Subyek dapat berupa:
        1) kata benda atau kata yang dibendakan (frasa nominal)    
          Contoh:
                      Pertemuan itu  ditunda sampai minggu depan. (Subyek, Pertemuan itu,   
                                              kata benda)
                      Panasnya sangat menyengat. (Subyek,  Panasnya, kata keadaan yang
                                                                     dibendakan)
                       Mahasiswa yang pemalu itu memenangkan lomba melukis.
                               (Subyek,  Mahasiswa yang pemalu itu, frasa nominal)
       
          2) Subyek disertai kata ganti penunjuk, ini, itu, dan tersebut yang ditempatkan di
              antara subyek dan predikat, bahkan kata ganti penunjuk itu sendiri dapat 
              bertindak menjadi subyek   
              Contoh:
                           Perhiasannya anggun. (Meja itu, subyek)  
                           Itu perhiasan anggun. (Itu, subyek)

         3) Subyek berupa jawaban atas pertanyaan apa yang dan siapa yang.
              Contoh:
                          Buku itu  saya serahkan.
                          Saya menyerahkan  buku  itu.

         4) Subyek boleh didahului kata tugas, yaitu kata depan dan kata penghubung,
              kecuali bahwa. Kata tugas ini berfungsi untuk memperluas kalimat.
              Contoh:
                           Sudah kami ketahui bahwa ia tidak datang.
                           Telah  terbukti bahwa ia mencuri.     
                           Dari hasil laboratorium diketahui  bahwa golongan darah mereka sama.

5)      Subyek dapat diberi keterangan pewatas yang
Keterangan pewatas yang ditempatkan di belakang kata atau kelompok kata yang bertindak sebagai subyek.

Contoh:
            Icuk Sugiato yang juara dunia bulu tangkis tahun 1983 kalah lagi
                                bertanding dengan Yang Yang.   

6)      Subyek dapat dihilangkan dalam kalimat majemuk.
Contoh:
            Mereka ingin pulang karena (mereka) sudah terlalu letih.
                         Mereka ingin pulang karena sudah terlalu letih.
            Dia bukan dokter melainkan (dia) produser film.           
                         Dia bukan dokter melainkan produser film.           

    b. Predikat: Predikat adalah bagian kalimat yang memberitahu subyek melakukan apa   
atau subyek dalam keadaan bagaimana. Predikat dapat berupa kata atau   frasa, sebagian besar berkelas verba atau ajektiva, tetapi dapat pula nomina atau frasa nominal.

1)      Predikat berupa kata (kata benda,  kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan kata depan) dan kelompok kata.
Predikat ditempati oleh lima kelas kata atau kelompok kata sbb.:
a)      Predikat berupa kata benda atau frasa nomina
                                    Mereka itu mahasiswa.
                                    Bapak itu pimpinan perusahaan
b)      Predikat berupa kata kerja atau frasa verba
                                    Mereka belajar di teras rumah.
            Dia datang memenuhi janjinya.
c)      Predikat berupa kata sifat atau frasa ajektiva.
                                    Mereka malas ke sekolah pagi ini.
                                    Harganya mahal sekali. 
d)      Predikat berupa kata bilangan atau numeralia.
                                    Kenaikan rata-rata 5 %.
                                    Jumlah penonton sekitar seribu orang.
2)      Predikat itu merupakan jawaban atas mengapa atau bagaimana. 
Mereka sedang berdiskusi.
Pertemuan itu kurang menarik.
3)      Permutasian Predikat dengan Subyek
                      Dosen itu datang terlambat.
                      Datang terlambat dosen itu.
4)      Predikat dapat didahului kata (-kata) keterangan aspek atau modalitas.
                       Orang itu (sudah, akan, belum, telah) menjadi wartawan terkenal di
                                 ibukota.
5)      Peran dalam predikat
Peran predikat dalam kalimat mengungkapkan tiga informasi, yaitu:
a)      pernyataan
Contoh:
             Pedagang terkenal itu anak seorang nelayan
                                                (Predikat berupa frasa nominal)
b)      perintah
Dalam peran perintah perlu diperhatikan beberapa cacatan penting.
i)                    Subyek dapat ditiadakan
ii)                  Setiap kalimat diakhiri dengan tanda seru.
iii)                Dapat berupa kata kerja tanpa imbuhan (aus) seperti: pulang, pergi, gerak, dan tenang.
iv)                Partikel  lah mempertegas (kalimat) perintah
v)                  Kata-kata seperti: ayo, silahkan, mari, oke, dilarang, jangan, dan harap  memperhalus peran perintah menjadi ajakan, permohonan, dan larangan, sepeti contoh:
                                                    Harap tenang!
                                                    Perhatikan baik-baik!
                                                    Jangan dibagikan dahulu!
c)      Pertanyaan
Peran pertanyaan dinyatakan dengan intonasi menaik dan menurun serta tanda tanya (?) dalam kalimat tulis.
Perlu diketahui beberapa hal tentang peran pertanyaan ini.
i)                    Semua kelas kata atau frasa yang menempati predikat dapat menyatakan pertanyaan seperti terlihat dalam semua contoh
ii)                  Partikel kah dapat ditambahkan sebagai penekanan
                                    Contoh: Marahkah dia?
iii)                   Dengan merubah intonasi, yaitu intonasi menaik atau menurun,
                           predikat pernyataan dapat menjadi predikat pertanyaan
                                    Contoh: Dia ke sini kemarin. (Pernyataan)
                                                  Dia kesini kemarin? (Pertanyaan)
iv)                Kata tanya seperti: apa, siapa, bagaimana, mengapa, di mana, kapan
dapat ditambahkan dan intonasi kalimat akan menurun.
          Contoh: Apa isi surat ini?    
c.       Obyek Kalimat:
              Unsur Obyek melengkapi kesempurnaan kalimat aktif transitif.
               Kehadiran Obyek merupakan suatu keharusan.
              1)  Obyek hanya terdapat dalam kalimat aktif transitif  
                                    Contoh: Nurul menimang adik.
                                                  Dia menceritakan pengalamannya.
2)        Obyek selalu terletak di belakang predikat dengan pola
                        subyek – predikat – obyek atau pola predikat – obyek – subyek.
                                    Contoh: Mereka mendiskusikan GBHN
                                                  Mendiskusikan GBHN mereka?
3)      Obyek tidak boleh didahului oleh kata depan atau kata penghubung kecuali  kata bahwa yang sebenarnya lebih menunjukkan kenominalan obyek
                                     Contoh: Dia menceritakan bahwa pengalamannya selama 
                                                   setahun di tahanan lebih banyak dukanya daripada
                                                   sukanya. 
4)      Obyek ditempati oleh jenis kata benda, frasa nomina, dan klausa nomina. Obyek dalam kalimat aktif transitif dapat berubah menjadi subyek dalam kalimat pasif dengan pergantian awalan me- menjadi awalan di- pada unsur predikat.Tetapi, tidak semua kalimat pasif mempunyai obyek. Selain itu, obyek pada kalimat aktif transitif disebut obyek penderita atau yang dikenai tindakan dari unsur subyek.  Obyek yang terdapat pada kalimat pasif merupakan obyek pelaku dengan sasarannya unsur subyek.

Bagan berikut memudahkan pembaca untuk mengamati kembali hal-hal yang berkaitan dengan  unsur-unsur kalimat.

 Tanda / Unsur           Subyek                     Predikat                      Obyek
      pertanyaan                apa yang                    mengapa                       terkait
                                         siapa yang                 bagaimana                    predikat
      pemeranan                pelaku                        pernyataan                    ob. Pelaku
                                         penderita                   perintah                         ob. Penderita
                                         zero                           pertanyaan                    ob. Penyerta
                                                                           seruan
      permutasian              boleh di belakang       boleh mendahului          dapat menjadi
                                             predikat                      subyek                          subyek pada
                                                                                                                      kalimat pasif
      penempatan              kata benda dan        kata benda, kata sifat,      kata benda 
                                           frasa nomina           kata kerja, kata bi-              dan frasa
                                                                           langan, kata depan    
      perwatasan              kata yang, ini,            kata adalah, ialah,            langsung di be-
                                        Itu, tersebut                 merupakan                      lakang predikat
      pelarangan               didahului kata           didahului kata sam-          didahului
                                        depan dan kata          bung sebagai pe-              kata bahwa
                                         penghubung              nanda keterangan                     
      pemungkinan          didahului kata            didahului kata                   didahului kata
                                         bahwa dan                akan, sudah, belum,        bahwa
                                         yang                          mau, hendak,      
                                                                           ingin
______________________________________________________________________________

   d. Pelengkap: Pelengkap adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat.
                          Letaknya umumnya  di belakang predikat.
              Antara Obyek dan Pelengkap terdapat perbedaan.

Contoh: Ketua MPR membacakan Pancasila.
                                              S                 P                  O
                                      Ibu berdagang makanan.
                                        S          P             Pel 

     e. Keterangan: Keterangan (Ket. ) adalah bagian kalimat yang menerangkan    berbagai hal tentang bagian kalimat. Unsur Ket. dapat berfungsi menerangkan
               Subyek, Predikat, Obyek, dan Pelengkap. Posisinya dapat di awal, di
               tengah, atau di akhir kalimat. Pengisi Ket. adalah frasa nominal, frasa
               preposisional, adverbia, atau kausa. 
               Contoh:
                            Polisi menyelidiki masalah itu dengan hati-hati.
                            Rustam sekarang sedang belajar.
                            Karena hujan, saya tidak pergi.
3. Pola Kalimat Dasar
         Kalimat yang paling sederhana berpola S-P, meskipun ada yang hanya berpola P.       Yang paling kompleks adalah yang berpola  S-P-O-Pel-Ket.
   Contoh:
1.      S-P: Saya mahasiswa.
2.      S-P-O: Rani mendapat hadiah.
3.      S-P-Pel: Beliau menjadi ketua koperasi.
4.      S-P-Ket: Kami tinggal di Jakarta.
5.      S-P-O-Pel: Dia mengirimi ibunya uang.
6.      S-P-O-Ket: Riska menyimpan uang di bank.
7.      S-P-O-Pel-Ket: Rudy membelikan anaknya boneka tadi siang. 


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).

DAFTAR PUSTAKA :
http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-6-603117716869.doc

4 komentar:

Zka mengatakan...

Nice.. :)

Aini sastra mengatakan...

Berkunjung buat follow memenuhi undangan sahabat, follow back yah ke www.ainisastra.com

Miang mengatakan...

Thanks bro :)

Miang mengatakan...

@ani :: sda ku follow bro,, salam knal y :D

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons